Sosialisasi PPKM Darurat, Forkopimda Beri Himbauan Prokes di Sepanjang Jalan Raya Kota Malang

BALAIKOTA, Malangpost.id – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang melakukan sosialisasi hari pertama PPKM Darurat.

Menariknya sosialisasi Operasi Yustisi tersebut dilakukan dengan arak-arakan dijalanan wilayah Malang Kota, pada Sabtu (2/7), pagi hingga menjelang siang.

Terpantau Wali Kota Malang Sutiaji berada di satu bag mobil bersama Kapolresta Malang AKBP Budi Hermanto, dan Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona tengah memimpin jalannya sosialisasi. Sosialisasi untuk menghimbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. Diikuti oleh Jajaran Forkopimda lainnya juga membawa mobil kedinasannya masing-masing.

Wali Kota Sutiaji Memberikan Masker dan Memakaikannya (Foto : Fan/MP.id)

Sepanjang jalan telah dilewati untuk mengingatkan para pedagang dan pengunjung untuk selalu memakai masker. Berhenti di Pasar Belimbing, Forkopimda menemukan beberapa masyarakat di pasar tidak memakai masker, seperti tukang becak, dan para pedagang.

Menariknya Sutiaji tak hanya menegur beberapa masyarakat yang tak memakai masker. Ia juga memberikan masker serta memakaikannya langsung ke orang tersebut.

‘’Jangan lupa memakai masker ya kalau kerja, agar terhindar dari Covid-19. Karena virus ini cepat sekali menular,’’ ujar Sutiaji ke warga yang tidak memakai masker di Pasar Belimbing.

Terkait evaluasi Sutiaji belum memaparkan, menurutnya saat ini masih tahap sosialisasi.

Baca juga : PPKM Darurat, Malang Raya Kerahkan Gabungan Personil TNI, Polri, Dishub, Satpol PP Untuk Perketat Penanganan Covid-19

“Ini masih tahap sosialisasi. Kami memberi informasi bahwa hari ini mulai pemberlakuan PPKM Darurat. Kami akan evaluasi sore nanti untuk mengetahui efektivitasnya,” ujarnya setelah sosialisasi di Pasar Belimbing.

Sutiaji menerangkan setiap hari ada operasi yustisi protokol kesehatan, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Dimana ada babinsa dan bhabinkamtibmas, lurah, serta tokoh masyarakat yang keliling di wilayah masing masing.

‘’Operasi yustisi protokol kesehatan skala besar bersifat prioritas dan tentatif. Tetapi melalui mikro ini, justru yang bergerak adalah masyarakat di sekitarnya,’’ imbuhnya.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *