Polresta Malang Kota Berhasil Menangkap 51 Tersangka Kasus Premanisme Selama Operasi Sikat Semeru

BALAIKOTA, Malangpost.id – Polresta Malang Kota menggelar aksi Operasi Sikat Semeru yang telah dilakukan mulai tanggal 28 Juni hingga 9 Juli 2021. Hal tersebut diungkapkan ketika konferensi pers di halaman Polres Malang Kota Rabu (14/7).

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengungkap 79 kasus kejahatan, serta 51 tersangka yang diamankan. Kejahatan tersebut terdiri dari Pencurian dengan pemberatan, curas, curanmor, penyalahgunaan senjata tajam, dan premanisme.

‘’Dalam operasi tersebut, kami mengungkap 79 Laporan Polisi (LP) dan menangkap 51 tersangka yang sudah diincar oleh Satreskrim Polresta Malang Kota,” ujar AKBP Budi Hermanto.

Baca juga : Selama PPKM Darurat, Pemkab Malang Telah Menambah 15 Ventilator Untuk RS Rujukan

Berikut rincian para tersangka yang dimaksud yakni tersangka kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 18 orang. Tersangka kasus pencurian dengan kekerasan sebanyak 6 orang, tersangka kasus pencurian sepeda motor sebanyak 10 orang. Dilanjutkan tersangka kasus penyalahgunaan senjata tajam sebanyak 1 orang, tersangka kasus premanisme sebanyak 16 orang.

Dalam kasus ini Polisi juga menyita berupa enam buah sepeda motor berbagai merek. Kemudian satu senjata tajam jenis celurit, satu senjata tajam jenis pisau, satu pedang samurai berukuran 70 cm, empat buah handphone berbagai merek, satu buah kunci T dengan satu anak mata kunci, satu buah linggis sepanjang 20 cm.

30 Persen Tersangka adalah Residivis

Seakan tidak kapok ternyata 51 tersangka ini, 30 persennya merupakan residivis. Dimana mereka sudah berulang kali melakukan kejahatan, karena sudah menjadi pekerjaan.

‘’Dengan ini Polresta Malang Kota masuk dalam lima besar penangkapan residivis terbanyak selama operasi di wilayah Polda Jatim. Dan dari keseluruhan pelaku, kami berhasil mengamankan, 15 barang bukti,” ujar pria yang akrab disapa Buher.

Baca juga : Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB ) Kota Malang Dukung Pemkot Terkait PPKM Darurat

Menariknya Kapolresta Malang yang baru itu menerangkan bahwa selama pelaksanaan PPKM Darurat, angka kejahatan di Kota Malang cenderung menurun. Karena faktor penguatan personel dari jenjang terendah, serta banyaknya petugas yang berada di jalanan Kota Malang.

‘’Selama PPKM justru angka kriminalitas semakin menurun. Hal itu bisa terjadi karena polisi, TNI, Satpol PP, dan dikuatkannya Bhabinkamtibmas dan jajaran kelurahan. Lalu Polsek dan jajaran kecamatan. Serta Polresta dan jajaran Forkopimda Kota Malang dengan menggelar patroli di jalanan mulai pagi hingga malam,’’ tegasnya.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *