Dewanti Rumpoko Sebut Belajar Tatap Muka di Batu Menunggu Zona Hijau

BATU, Malangpost.id – Pemerintah Kota Batu belum berencana menggelar pendidikan tatap muka dalam waktu dekat karena belum masuk zona hijau. Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menegaskan, keselamatan anak menjadi prioritas utama, apalagi banyak anak yang belum mendapatkan vaksin.

“Soal belajar tatap muka, kalau kita di level 4, jangan diimpikan karena anak-anak ini rentan,” kata Dewanti dilansir dari Surya Malang, Senin (23/8).

Namun, Dewanti mengatakan kasus harian di Kota Batu terus menurun. Jika Kota Batu telah naik level, adalah mungkin untuk mengadakan pembelajaran tatap muka.

“Insya Allah di Kota Batu trennya akan terus turun. Kuncinya satu, jangan sampai isoman di rumah karena rentan menulari keluarganya,” kata Dewanti.

Hingga 20 Agustus 2021, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat 191 kasus aktif di Kota Batu dan sudah masuk zona oranye. Pemerintah Kota Batu telah memindahkan sejumlah warga yang melakukan isolasi mandiri ke isolasi terpusat.

“Sekitar 90 persen lebih ada di isoter. Ada sekitar 13 orang yang masih isoman karena punya bayi, lalu mengurus orang tuanya. Mudah-mudahan minggu depan hijau, levelnya turun. Lihat trennya. Minggu depan ada. akan ada tambahan ruang ICU, ditambah hingga 28 tempat tidur,” kata Dewanti.

Sejumlah siswa di Kota Batu sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, salah satunya siswa SMKN 3 Batu. Kepala Sekolah SMKN 3 Batu, Joko Santoso mengatakan, ada 1.000 siswa yang mendapatkan vaksin tersebut.

Menurut Joko, vaksin bagi pelajar sangat penting untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Apalagi, siswa SMK membutuhkan pembelajaran praktis, bukan hanya teori.

“Mayoritas pembelajaran kami adalah praktik. Seperti pembuatan film, teknik jaringan komputer dan sebagainya. Sebagian besar dari mereka harus berlatih dan bekerja sebagai tim,” kata Joko.

Joko mengatakan pembelajaran online yang terus menerus berpotensi menggerus kompetensi siswa SMK. Oleh karena itu, jika semua siswa dan pendidik sudah mendapatkan vaksin, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Maharani

About the Author: Maharani Safitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *