Penemuan Mortir Aktif Zaman Belanda di Pakisaji, Gemparkan Warga Setempat

KANJURUHAN, Malangpost.id – Warga Dusun Krajan RT 04 RW 02, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, digegerkan adanya penemuan mortir yang diduga masih aktir, yang ditemukan oleh seorang pemulung, di dasar Sungai Sukun yang masih berada di kawasan tersebut, Selasa kemarin (5/10).

Polsek Pakisaji beserta Polres Malang turut serta mengawal tim Jihandak Brimob Polda Jatim untuk memusnahkan peledak era perang kemerdekaan ini, pada hari ini, Kamis, (7/10). Sementara, Kanit Intel Polsek Pakisaji Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska, turut membenarkan bahwa ada penemuan peledak mortir di kawasan sungai Sukun.

“Benar, bahwa penemuan mortir terjadi saat kemarin (5/10) sekitar pukul 12.15 WIB di sekitar Sungai Sukun,” ujar Aska.

Mantan Kasi Humas Polres Malang itu menyebut, pemulung tersebut sedang mencari barang-barang di dasar Sungai Sukun. Lalu, ternyata dia menemukan benda yang mirip knalpot di dasar sungai.

Namun warga sempat merasa takut dan curiga, sebab bentuknya yang seperti bom, akhirnya warga setempat memanggil warga desa sekitar untuk melihat benda itu.

“Setelah penemuan ini, warga setempat melaporkan kejadian ini kepada kami dan langsung kami mengamankan benda berbahaya itu,” jelasnya.

Aska juga mengakui bahwa mortir tersebut memang masih aktif. Sementara, Tim Gegana secepatnya memusnahkan dan menaruh mortir tersebut di area lapang persawahan Pakisaji. Yang wilayahnya sudah steril dari area manusia.

Dengan peralatan remote control, Jihandak Brimob meledakkan mortir aktif itu dari jauh. Diketahui, ternyata mortir tersebut usianya diperkirakan sudah mencapai puluhan tahun sejak zaman Belanda.

“Mortir yang masih aktif ini, diperkiraan usia puluhan tahun sejak zaman Belanda, sejak era Perang Dunia ke-2,” pungkasnya.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *