Permudah PJJ, SMAN 1 Kepanjen Gunakan Learning Management System

DIKSAR, Malangpost.id – Learning Management System (LMS) merupakan sebuah aplikasi penunjang untuk menjalankan sekolah digital. LMS dikembangkan oleh SMAN 1 Kepanjen, dan memiliki fungsi yang mirip dengan aplikasi-aplikasi lain seperti misalnya google meet.

Ahsan Shohibur Rizal, Guru SMAN 1 Kepanjen menuturkan, LMS dibentuk untuk mempermudah sekolah dalam melaksanakan PJJ (Pendidikan Jarak Jauh). Sebagai pilot projects PJJ, penggunaan LMS juga sudah banyak dicontoh oleh beberapa sekolah. Khususnya sekolah-sekolah yang ada di Jawa Timur.

Baca juga : PJJ Terus Dilaksanakan, Guru : Kami Kerja 24 Jam

Learning Management System itu adalah pilot projects PJJ. Jadi sebelum PJJ terlaksana, di sini (SMAN 1 Kepanjen) sudah menjadi pilot projects. Dan sudah dikunjungi atau dicontoh oleh beberapa sekolah, terkait pengelolaan LMS,” ungkapnya

Dirinya melanjutkan, kegiatan apa pun yang disiapkan dalam sekolah konvensional (tatap muka), melalui LMS semua kegiatan bisa dilaksanakan dalam bentuk sekolah maya. Seperti pelaksanaan absensi, pemberian tugas, evaluasi, pelaksanaan belajar mengajar, ekstrakurikuler, hingga penerimaan rapor online semua dapat dilaksanakan lewat LMS.

Kegiatan Dapat Dipantau Langsung, Layaknya Sekolah Nyata

Ahsan kemudian menjelaskan, rekaman dari semua aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dalam LMS akan dapat diketahui lewat perangkat activity log. Sehingga semua kegiatan dari siswa, maupun guru dapat dipantau secara langsung, layaknya sekolah nyata (konvensional).

“Singkatnya, apa yang kita rencanakan di sekolah nyata. Itu bisa kita rencanakan di sekolah maya. Kelebihan dari LMS adalah kemudahan dalam mengontrol user, lewat activity log,” tandasnya

Dirinya menambahkan, server yang digunakan untuk menjalankan LMS SMAN 1 Kepanjen berjumlah hingga 6 server. Hal ini disesuaikan dengan jumlah siswa SMAN 1 Kepanjen, yang berjumlah hingga 1.700 orang siswa.

Baca juga : Tahun 2022, SMAN 1 Kepanjen Targetkan Perpus Digital

“Untuk loginnya, semua siswa diberikan username dan password generate. Meliputi nama siswa, kelas siswa dan nomor absen. Jadi nantinya di situ ada kode-kode tertentu, yang secara teknis bisa mempermudah guru. Sehingga dengan menggunakan aplikasi ini proses belajar menjadi lebih simple,” paparnya

Learning Management System, diketahui sudah berjalan dari tahun 2014. Jauh sebelum diwajibkannya PJJ bagi sekolah-sekolah di Indonesia akibat pandemi Covid-19. Karena sudah lama diterapkan, membuat para guru sudah familiar dengan aplikasi LMS tersebut.

Ahsan lalu mengungkapkan, lewat LMS sekolah juga dapat membentuk brandnya sendiri. Karena semua tampilan “room” dapat didesain sesuai kemauan dan kebutuhan dari masing-masing sekolah.

“Kendalanya, karena kita mengelola sendiri. Sehingga server terkadang mengalami down, dan menimbulkan kegaduhan digital. Apalagi untuk masalah login dan pengumpulan tugas. Namun dengan segala upaya yang dilakukan tim IT, semua bisa diatasi,” bebernya

Guru Bahasa Indonesia ini berharap, LMS bisa terus dikembangkan lagi. Agar mampu menciptakan “tools” yang lebih muda bagi guru. Selain itu, LMS diharapkan bisa tersedia juga di Play Store. Sehingga setiap siswa bisa menyimpan aplikasi LMS pada gadgetnya masing-masing.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *