Cara Memilih Homeschooling yang Tepat untuk Anak

DIKSAR, malangpost.id – Belakangan ini, metode pembelajaran homeschooling semakin banyak dipilih para orang tua. Ada berbagai alasan orang tua memilih metode ini, seperti letak rumah yang terlalu jauh dari sekolah atau kondisi tertentu yang dialami anak.

Kebanyakan orang tua memilih homeschooling dibandingkan sekolah formal dengan karena berbagai keunggulan yang ditawarkan, diantaranya proses dan waktu belajar yang fleksibel. Meskipun begitu, orang tua perlu mencari informasi dan melakukan riset yang diperlukan dalam memilih homeschooling agar tidak salah memilih.

Hal ini diperlukan agar orang tua memahami tentang kurikulum, proses kegiatan belajar mengajar (KBM), sumber belajar, dan perangkat pembelajaran.

Riset ini bertujuan untuk mengamati sekaligus mempelajari kurikulum, sumber belajar, proses KBM yang berlangsung dan perangkat pembelajaran. Lantas, apa saja tips sebelum memilih lembaga homeschooling untuk anak? Berikut ini ulasan mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk memilih lembaga homeschooling.

Berikut tips memilih homeschooling yang tepat untuk anak.

iklan-dinas-kominfo

Peraturan dan tujuan homeschooling

Sebelum memutuskan untuk homeschooling, ketahui tujuan memilih sekolah di rumah. Selain itu, apakah belajar di rumah akan mempengaruhi prestasi anak. Alangkah baik juga jika orang tua mengetahui peraturan pemerintah terkait homeschooling. seperti legalitasnya.

Pilih metode pendidikan yang paling tepat

Salah satu keunggulan homeschooling adalah anak dan orang tua tidak wajib mengikuti satu kurikulum atau metode belajar seperti sekolah formal. Dengan homeschooling, orang tua bisa menggunakan satu atau lebih kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan, usia, minat dan bakat anak. Orang tua bisa menggunakan kombinasi metode Montessori, Charlotte Mason, Brain-based Learning, dan lainnya. Tentu saja, jika orang tua ingin mengadopsi kurikulum nasional juga bisa. Yang penting, orang tua wajib membekali diri dulu dengan metode yang ingin diterapkan pada anak.

Ciptakan lingkungan belajar yang kondusif

Selain kurikulum dan metode pembelajaran, orang tua juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Orang tua bisa menyulap ruangan belajar yang dilengkapi dengan perlatan yang dibutuhkan untuk belajar seperti di sekolah formal. Mulai dari meja, kursi, dan fasilitas lainnya. Tak hanya peralatan dan perlengkapan belajar, orang tua juga perlu menerapkan aturan tentang waktu belajar, istirahat, dan berhenti. Sehingga anak tetap belajar disiplin dan mentaati peraturan.

Ajari anak bersosialisasi

Dengan homeschooling, bukan berarti anak hanya diam di rumah dan tidak bersosialisasi dengan lingkuangan sekitar. Justru, dengan waktu yang fleksibel, orang tua bisa mengikutsertakan anak dengan kegiatan yang mengasah ketrampilan non akademis. Misalnya, les musik, kreasi digital, olahraga, seni, dan lainnya. Sehingga anak bisa berinteraksi dengan teman-teman dan pengajar untuk mengasah social skillnya.

Cari referensi

Orang tua bisa berdiskusi dengan anak untuk mencari dan memilih lembaga untuk homeschooling. Anda bisa mencari referensi dengan bergabung di berbagai forum online. Selain itu, juga bisa bergabung dengan komunitas homeschooler (orang tua) yang menjadi wadah berbagi dan bertukar informasi di antara para orang tua, seperti Perhimpunan Homeschooler Indonesia (PHI).

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

desi3

About the Author: desi3

Seorang 'bibiliophile' yang jatuh cinta dengan Himalaya dan fans berat warna biru.~ travel to fulfill your soul ~

2 Comments

  1. Thank you for sharing excellent informations. Your web-site is so cool. I am impressed by the details that you’ve on this site. It reveals how nicely you understand this subject. Bookmarked this website page, will come back for extra articles. You, my pal, ROCK! I found simply the info I already searched all over the place and simply couldn’t come across. What a perfect website.

  2. I do love the manner in which you have presented this specific matter plus it does give us a lot of fodder for thought. On the other hand, from what I have experienced, I basically hope as other commentary pile on that people stay on point and in no way get started on a tirade associated with the news du jour. Yet, thank you for this outstanding point and although I do not really go along with this in totality, I respect the perspective.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kunjungi Alamat Baru Kami

This will close in 0 seconds