8 Tips Membangun Karakter Jujur Pada Anak Sejak Dini

DIKSAR, Malangpost.id – Penting bagi orang tua untuk mendidik anak jujur ​​sejak dini agar tidak terbiasa berbohong hingga dewasa. Karena itu, ketika ada sesuatu yang tampak tidak jujur ​​dari kata-kata atau tindakan anak, Anda perlu tahu cara menghadapinya dengan tepat. Lantas, bagaimana cara mendidik anak untuk jujur?

Berikut ini panduan mendidik anak untuk belajar jujur ​​sejak dini:

1. Mulai dari diri sendiri

Jika orang tua terbiasa berkata jujur ​​baik di rumah maupun di luar rumah, lama kelamaan anak juga akan mengikuti kebiasaan ini.

Jadi, meskipun Anda mungkin suka berbohong untuk kebaikan, sebaiknya hentikan kebiasaan ini, terutama di depan anak-anak.

Apapun alasannya, berbohong tetap merupakan perilaku buruk yang tidak boleh ditiru.

2. Jelaskan perbedaan antara kejujuran dan kebohongan

Anak-anak tidak begitu mengerti apa artinya mengatakan yang sebenarnya karena mereka masih suka menggunakan imajinasi mereka untuk bercerita. Anda perlu menjelaskan perbedaan antara kejujuran dan kebohongan.

Saat anak Anda bercerita, bantu arahkan imajinasinya agar ia dapat mengetahui apakah cerita tersebut merupakan harapan atau kenyataan.

Sementara itu, beri tahu anak Anda bahwa berbohong adalah perilaku buruk yang tidak boleh dilakukan, terutama untuk menghindari hukuman.

Baca juga : Hari Anak Nasional: Makna dan Tujuan Memperingatinya

3. Tegur dia dengan bahasa yang lembut saat dia terlihat berbohong

Jika anak Anda tidak jujur ​​untuk menghindari masalah, berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya, atau hanya menjadi emosional, sebaiknya jangan langsung marah.

Anak Anda mungkin tidak mengerti arti kata-kata Anda jika diberi tahu dengan memarahi mereka karena tidak jujur.

Jadi, biasakan untuk selalu menegur anak dengan cara yang halus.

4. Biasakan anak untuk belajar bersyukur

Pada masa perkembangan anak 6-9 tahun, anak biasanya tidak berkata jujur ​​karena tidak mau kalah dengan temannya atau orang lain. Anda dapat mengajari anak betapa pentingnya mensyukuri apa yang ia miliki.

Rasa syukur akan membuat anak merasa cukup dan tidak dipaksa untuk terlihat seperti memiliki apa yang sebenarnya tidak dimilikinya.

Dengan begitu, anak akan menemukan cara lain untuk mengendalikan perasaan negatifnya dengan tetap mengatakan yang sebenarnya.

5. Hindari memaksa anak untuk mengatakan yang sebenarnya dengan mengulang pertanyaan yang sama

Bahkan jika Anda tahu bahwa anak Anda berbohong, sebaiknya jangan memaksanya untuk mengatakan yang sebenarnya dengan terus mengajukan pertanyaan yang sudah Anda ketahui jawabannya.

Misalnya, saat si kecil menjawab bahwa dia sudah menyikat giginya meskipun Anda melihat sikat giginya masih kering, hindari bertanya berulang-ulang.

Sebaliknya, beri tahu anak Anda bahwa Anda tahu dia belum menyikat giginya dan sudah waktunya untuk menyikat giginya.

6. Tenangkan anak agar tidak takut berkata jujur

Memasuki usia sekolah, terutama pada usia 6-9 tahun, anak biasanya berbicara tidak jujur ​​karena ingin menghindari tanggung jawab dan seringkali karena takut dimarahi. Misalnya, seorang anak ketahuan berbohong tentang nilai ujian yang buruk.

Coba katakan bahwa jika tidak jujur ​​tentang nilai ujian mereka yang sebenarnya, Anda dan pasangan akan kesulitan membantu mereka di sekolah. Cara ini dapat membantu mendidik sekaligus menangani anak yang tidak jujur.

Karena disini, anak-anak akan belajar bahwa setiap tindakan memiliki risiko dan konsekuensinya sendiri.

7. Sebisa mungkin hindari menghukum anak ketika ketahuan berbohong

Seorang anak cenderung berbohong karena dua alasan utama, yaitu karena tidak ingin mengecewakan orang tuanya dan karena menghindari hukuman.

Menghukum anak karena berbohong hanya akan memperpanjang siklus berbohong. Solusinya, lebih baik menasihati anak secara perlahan daripada menghukumnya.

Anak-anak yang dihukum karena berbohong cenderung memutarbalikkan kebenaran. Sementara itu, anak yang diberi pemahaman moral cenderung percaya bahwa berkata jujur ​​adalah pilihan terbaik.

8. Selalu menghargai kejujuran yang disampaikan oleh anak

Terimalah bahwa anak Anda melakukan kesalahan dan mungkin berbohong agar Anda tidak menghukumnya.

Ketika anak sudah mengatakan yang sebenarnya, hargai apa yang dia katakan agar dia terbiasa mengatakan yang sebenarnya karena dia tidak takut.

Jangan lupa untuk menjelaskan kepada anak bahwa kejujuran adalah pilihan yang tepat dan orang tua akan senang jika anaknya mengatakan yang sebenarnya daripada harus berbohong.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Maharani

About the Author: Maharani Safitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *