Mencairnya Es yang Ada di Antartika

Es Antartika mencair?

TEKNOLOGI, malangpost.id – Berita ini sudah mencuat di tahun-tahun sebelumnya, tetapi baru buming lagi karena mencairnya dimungkinkan cukup menakutkan kaum umat sedunia. Bagaimana tidak?. Para ilmuan sudah memperingatkan akan terjadinya kenaikan permukaan air laut secara ekstrem.

Bisa-bisa perkiraan ini lebih cepat tidak sesuai dengan prediksi sebelumnya. Es yang mencair di Greenland dan Antartika menunjukkan enam kali lebih besar selama tahun 1990-an. Hal tersebut pastinya mendorong kenaikan permukaan laut dan bisa menyebabkan banjir tahunan.

Kondisi tersebut telah meningkatkan volume air laut hampir 2 cm ditambah gelombang panas Antartika saat musim panas menambah cairnya es tersebut. Menurut jurnal Nature, lapisan es di kutub menghilang sebanyak 552 miliar.

Dengan hilangnya es kutub sebesar itu, bisa disamakan seperti delapan kolam Olimpiade yang mengalir ke lautan per detik. Dengan naiknya permukaan air laut, membuktikan bahwa kondisi bumi sekarang tidak baik akibat dari pemanasan global.

Permukaan air laut akan naik kembali..

Kenaikan air laut kemungkinan akan terjadi lagi pada abad ke-22. Dampak yang terjadi akibat mencairnya es di Antartika adalah adanya badai siklon tropis yang lebih besar, kemungkinan dapat mematikan maupun merusak.

Jika Greenland dan Antartika berada di jalur pemansan iklim, maka akan menyebabkan kenaikan permukaan air laut bertambah 17 cm di akhir abad ini. Lapisan es yang mencair menjadi pendorong utama terhadap kenaikan permukaan air laut.

Hal tersebut mempercepat pergerakan gletser ke arah laut. Hilangnya es di Greenland sudah dipastikan karena adanya pengingkatan suhu udara. Menurut studi, adanya pelepasan es dari Greenland dan Antartika yang naik enam kali lipat dari 81 miliar ton menjadi 475 miliar ton per tahun.

Besarnya es yang mencair kurang lebih tiga dekade. Antartika dinilai lebih stabil. Menurut banyak ilmuwan mengatakan bahwa Greenland dan Antartika telah melampaui titik yang akhirnya menumpahkan semua lapisan es.

Lapisan es Antartika menyusut dalam kecepatan sampai 50 meter per hari (pada akhir zaman es terakhir). Perlu anda ketahui, bahwa sekitar 12 ribu tahun yang lalu es telah mencair dengan kecepatan 10 km lebih setahun. Kejadian tersebut jauh lebih cepat dari masa ini.

Jika perubahan iklim terus memanas, maka sudah dipastikan mencairnya es akan seperti 12 ribu tahun yang lalu. Penyusutan di 12 ribu tahun lalu dibuktikan oleh jurnal Science yang menceritakan sebuah tim bisa menemukan jejak lapisan es dan punggungan dasar laut.

Para ahli mengatakan bahwa akan ada kenaikan permukaan yang melebihi satu meter pada tahun 2100 jika emisi karbon mengalami peningkatan. Jadi, 680 juta orang di seluruh dunia akan mengalami banjir tahunan pada tahun 2050.

Perlu anda ketahui bahwa sekitar 99% air tawar yang ada di bumi berada di atas dua wilayah ini, yaitu Greenland dan Antartika. Secara normal, semua es yang ada di bumi bisa mencair dalam kurun waktu ratusan hingga ribuan tahun.

Permukaan laut naik 66 meter

Jika terdapat suatu bencana yang menyebabkan es di bumi mencair semua dalam waktu semalam, maka otomatis permukaan laut akan naik setinggi 66 meter. Kota-kota seperti New York, London, dan Shanghai akan tenggelam dalam banjir besar tersebut.

Jadi, akan ada 40% populasi dunia yang dikurangi atau meninggalkan rumah mereka jika tahu bencana tersebut. Jika terjadi kekacauan di daratan, maka semua air asin akan menyusup dan mencemari cadangan air tawar di daratan.

Pernyataan di atas maksudnya akan menyebabkan cadangan air minum, irigasi, sampai sistem pembangkit listrik akan rusak. Otomatis, yang namanya ikan cantik maupun buas dan binatang laut lainnya siap menerkam pulau yang tenggelam tersebut.

Jadi, save lingkungan yah.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

yuliartiselli

About the Author: yuliartiselli

Cewek dengan bintang Taurus ini suka berpetualang dan menjelajahi dunia maupun Indonesia, apapun itu. Berpetualang mencari jati diri dan jadi diri sendiri. Suka explore sendiri. Dan untuk dunia kepenulisan, dia sudah menggeluti selama 1 tahun lebih sebagai content writer di berbagai proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close