Guru Besar UIN Maliki Malang Ungkap Belajar Bahasa Arab Itu Mudah

KAMPUS, Malangpost.id – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kukuhkan Guru Besar dalam Rapat Terbuka Senat, Rabu (26/1/2022).

Pada gelaran yang bertempat di Auditorium Gedung Dr (HC) Ir H Soekarno Lantai IV tersebut, UIN Maliki Malang mengukuhkan dua Guru Besar.

Mereka adalah Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa Arab Prof Dr H Uril Bahruddin MA, dan Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Prof Dr H Triyo Supriyatno MAg.

Baca Juga: Suasana Haru Selimuti Penutupan KKM-DR UIN Maliki Malang di SDN 1 Kebobang

Baca Juga: Tentukan Arah Kebijakan, 64 Pimpinan UIN Maliki Malang Ikuti Rapim

iklan-dinas-kominfo

Dalam pidato ilmiahnya, salah satu guru besar yang dikukuhkan yakni Prof Uril menyampaikan bahwa belajar bahasa Arab itu mudah.

Lima Alasan Kemudahan Belajar Bahasa Arab

Setidaknya terdapat lima alasan kemudahan dalam belajar bahasa Arab. Pertama karena bahasa Arab bertahan hidup dalam masa yang relatif panjang. Bahkan hingga saat ini, bahasa Arab sudah berumur 1643 tahun.

Prof Triyo, Prof Zainuddin, & Prof Uril seusai prosesi pengukuhan Guru Besar.

“Jika dihitung dari dibentuknya, bahasa Arab sebagai bahasa persatuan sudah 200 tahun sebelum agama Islam datang,” imbuh Prof Uril.

Kedua, banyak kosakata bahasa Arab yang banyak diserap oleh bahasa Asing. Misalnya ke dalam bahasa Indonesia lebih dari 3000 kosakata.

Kemudian bahasa Turki, lebih dari 70 persen bahasa Turki kosakatanya berasal dari bahasa Arab.

Ketiga, karena bahasa Arab mampu mengubah bahasa yang pernah digunakan pada kawasan tertentu. Lalu tergantikan dengan bahasa Arab.

Keempat, manusia paling banyak menggunakan bahasa Arab. Ini terlihat dari adanya 25 negara yang menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi.

Terlebih bahasa Arab juga digunakan oleh seluruh umat Islam di dunia saat melaksanakan ibadah.

“Kelima dan ini yang paling penting, bahwa Allah SWT dalam Al-Quran telah menyebutkan bahwa bahasa Arab itu mudah untuk dipelajari,” tegasnya.

Belajar Bahasa Arab Sulit karena Ada Persepsi Negatif

Akan tetapi, terdapat anggapan bahwa belajar bahasa Arab itu sulit. Hal itu tercipta karena adanya beberapa persepsi.

“Adanya anggapan bahwa bahasa Arab itu sulit, sejatinya bukan disebabkan oleh faktor bahasa yang dipelajari. Tidak pula karena faktor kurangnya motivasi,” jelas Prof Uril.

“Tapi adanya persepsi negatif yang sengaja disematkan ke dalam bahasa Arab,” sambungnya.

Antara lain persepsi bahwa bahasa Arab dianggap terbelakang dan tidak memiliki masa depan. Lalu bahasa Arab yang selalu dikonotasikan tidak baik.

Selanjutnya persepsi bahwa bahasa Arab harus diungkapkan sempurna, sesuai struktur dan kaidah yang baku. Jika tidak sesuai, maka akan dianggap salah dan dosa.

Kemudian adanya persepsi, bahwa pemerhati bahasa Arab tidak memiliki inovasi dan kreativitas dalam hal pembelajaran bahasa.

Terakhir persepsi adanya pihak lain yang ingin atau sedang melakukan konspirasi menghancurkan bahasa Arab.

“Persepsi itu wajib dihilangkan, sehingga masyarakat akan kembali mencintai dan mempelajari bahasa Arab,” tekannya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA berharap berkah dan manfaat pengukuhan Guru Besar bisa untuk semua pihak. Terutama bagi UIN Maliki Malang.

“Jabatan Guru Besar tidak mudah diperoleh, kecuali dengan syarat yang ketat dan berat,” tuturnya.

Sebab itu, menurut Prof Zainuddin Guru Besar harus menjaga kualitas dan komitmennya sebagai akademisi yang memiliki jabatan fungsional puncak di jenjang perguruan tinggi.

“Meskipun memiliki jabatan fungsional tertinggi, tuntutan berkarya dan berkarya tidak boleh berhenti,” tekannya saat memberi sambutan.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling hobi jalan-jalan; lebih senang baca novel; suka nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kunjungi Alamat Baru Kami

This will close in 0 seconds