Ingin Tetap Langsing di Masa Pandemi? Ini 5 Jenis Diet Populer Serta Kelebihan dan Kekurangannya

GAYA HIDUP, malangpost.id – Ingin mencoba diet agar tetap langsing di masa pandemi? Kenali dulu kelebihan dan kekurangan jenis diet populer yang ada.

Mengatur pola makan bisa membantu menjaga kesehatan di masa pandemi. Selain itu, mengatur pola makan dengan cara diet juga bisa menurunkan berat badan. Jika sudah terbiasa, pola makan saat diet bisa dijadikan makanan sehari-hari yang nyaman untuk dikonsumsi.

Anda mungkin pernah mendengar tentang diet keto, mediterania, atau diet paleo? Ada banyak metode diet populer yang bisa dicoba dan semua mengklaim lebih unggul. Namun, satu jenis diet belum tentu cocok dan berhasil untuk semua orang, termasuk Anda.

Nah, simak yuk, 5 jenis diet populer dengan kelebihan dan kekurangannya. Mungkin salah satunya cocok untuk Anda.

1. Mediterranean Diet

foto: pexels/Dana Tentis

Yang pertama adalah Mediterranean Diet, yang terinspirasi dari pola makan masyarakat sekitar Yunani dan Eropa Selatan. Diet jenis ini fokus dengan lebih banyak mengonsumsi ikan dan makanan laut, buah-buahan, sayur-mayur, biji-bijian, dan minyak zaitun. Anda juga bisa mengonsumsi susu, yogurt, dan keju.

Untuk sumber protein utama selain ikan adalah ayam dan telur, serta sedikit daging merah. Sedangkan untuk karbohidrat yang direkomendasikan adalah whole grain, oat, dan gandum. Mediterranean Diet dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan dan mengurangi risiko terkena stroke dan Alzheimer.

Jika Anda mencoba diet ini, sebaiknya kurangi konsumsi gula, tepung olahan dari roti putih dan pasta yang dibuat dari tepung olahan. Beberapa makanan juga sebaiknya dihindari seperti daging olahan, alkohol, dan lemak trans dari margarin. Untuk penderita diabetes, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter sebelumnya jika ingin menjalani diet ini.

2. Diet populer: Diet ketogenik

foto: pexels/Jenna Hamra

Dikenal juga dengan diet keto, diet jenis ini menerapkan pola makan rendah karbohidrat, namun tinggi lemak. Walaupun dianggap cepat menurunkan berat badan, diet keto masih dianggap kontroversial karena bisa membahayakan kesehatan jika tidak dilakukan dengan tepat.

Dengan konsumsi lemak dalam jumlah tinggi, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi utama. Selain itu, lemak juga akan diubah menjadi keton di organ hati, sehingga bisa memberi asupan energi untuk otak.

Makanan kaya lemak yang dianjurkan dalam diet keto diantaranya adalah telur, tuna, salmon, ayam, kalkun, daging, krim, mentega, alpukat, dan keju. Selain itu, sayuran dan biji-bijian rendah karbohidrat seperti sayur hijau, tomat, almond, chia, dan minyak zaitun. Untuk karbohidrat yang perlu dihindari seperti nasi, pasta, umbi-umbian, produk gandum, mayonnaise, serta makanan manis seperti cake, soda, es krim, dan jus buah.

3. Intermittent fasting

foto: onlymyhealth.com

Selanjutnya adalah intermittent fasting (IF), salah satu tren gaya hidup di masa pandemi. Jenis diet populer ini menerapkan suatu pola makan yang dibentuk antara siklus makan dan berpuasa. IF tidak spesifik menyebut makanan apa yang harus dimakan atau dihindari. Hanya saja, Anda harus mengontrol jam makan.

Dilansir dari alodokter, ada beberapa metode IF yang bisa diterapkan, diantaranya metode 16/8. Metode ini membatasi jam makan hanya 8 jam dalam sehari, dan berpuasa pada 16 jam berikutnya. Metode berikutnya adalah Makan-Berhenti-Makan dengan melakukan puasa selama 24 jam, 1-2 kali seminggu. Misalkan Anda makan terakhir di siang hari, maka Anda baru boleh makan lagi di siang hari berikutnya.

Untuk metode yang terakhir yaitu Diet 5:2. Pola ini hanya membolehkan Anda makan sebanyak 500-600 kalori dalam dua hari, namun tidak berdekatan dalam satu minggu. Untuk 5 hari lainnya Anda bisa makan seperti biasa. Perlu diingat, IF bisa efektif menurunkan berat badan jika Anda tidak makan secara berlebihan saat tidak berpuasa. Mereka yang melakukan IF bisa mengalami sulit tidur, dehidrasi, dan mengantuk di siang hari.

4. Jenis diet populer: diet paleo

foto: unsplash/Micheile Henderson

Salah satu diet yang dianggap ampuh menurunkan berat badan adalah diet paleo. Metode diet ini mengadopsi pola makan manusia purbakala, yang dipercaya memiliki pola makan sesuai dengan tubuh manusia. Selain menurunkan berat badan, diet paleo diyakini mampu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Sumber makanan dalam diet paleo meliputi sayuran, buah-buahan, daging rendah lemak, dan ikan dengan kandungan lemak omega-3 seperti salmon, tuna, dan makarel. Selain itu, diet ini membolehkan kacang-kacangan dan biji-bijian yang bebas dari pestisida dan fungisida, serta minyak zaitun dan minyak walnut.

Saat menjalankan diet paleo, Anda harus menghindari makanan seperti aneka produk susu, makanan kemasan, garam, gula olahan, kentang, kacang polong, dan kacang tanah. Selain itu, mereka yang melakukan diet paleo sebaiknya menghindari minuman selain air putih, air kelapa, atau teh hijau organik. Diet paleo bisa membuat cepat bosan karena makanan yang hambar dan kemungkinan seseorang mengalami defisiensi karbohidrat dan kalsium.

5. Diet Atkins

foto: unsplash/Travis Yewell

Diet Atkins mampu menurunkan berat badan dengan diet rendah karbohidrat. Bahkan, tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali. Bagi yang mencoba diet Atkins diperbolehkan mengonsumsi lebih banyak protein dan lemak. Terdiri dari empat fase, fase pertama diet Atkins hanya boleh mengonsumsi 20 gram karbohidrat per harinya selama seminggu.

Pada fase-fase berikutnya, jumlah karbohidrat bisa ditambah secara perlahan. Selain menurunkan berat badan, diet Atkins juga mampu mengurangi tekanan darah dan gula darah, serta mengurangi risiko gangguan kolesterol. Namun, diet Atkins juga bisa menimbulkan insomnia, sembelit, pusing, serta kekurangan nutrisi dan kelelahan.

Kenali jenis diet populer

Dengan mengenali jenis-jenis diet populer dengan beragam kelebihan dan kekurangannya, Anda bisa mencoba yang sesuai untuk kondisi Anda. Satu jenis diet belum tentu cocok untuk semua orang, karenanya pilihlah yang nyaman untuk dijadikan pola makan sehari-hari dalam jangka panjang. Jika masih kesulitan memilih jenis diet yang sesuai, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Selain mengatur pola makan dengan diet, olahraga rutin jangan ketinggalan yah! (ds3)

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

desi3

About the Author: desi3

Seorang 'bibiliophile' yang jatuh cinta dengan Himalaya dan fans berat warna biru.~ travel to fulfill your soul ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close