Acara boleh digelar kembali, Komunitas Pecut Malang Selenggarakan Silaturahmi Pelaku Seni

BALAIKOTA, Malangpost.id – Selasa (9/3) lalu, Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menggelar rapat virtual bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam rapat virtual ini, salah satu poin utama yang disampaikan adalah dibukanya peluang pelaksanaan bagi sejumlah kegiatan yang sebelumnya dilarang dilaksanakan. Kegiatan tersebut antara lain ialah acara olahraga, acara musik, MICE (meetings, incentives, conferencing, exhibitions) serta acara budaya. Meskipun diberikan izin untuk melaksanakan, namun dalam pelaksanaannya tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Hal ini kemudian direspon oleh Komunitas Pecut Malang dengan menggelar Sambung Sambung Upat – Upat ing Batin pada Minggu (21/3) di halaman gedung Dewan Kesenian Malang, Jl. Majapahit no. 3 Malang. Selain sebagai ajang silaturahmi pegiat kesenian, acara ini juga mereka tujukan untuk pemanasan setelah sekian lama vakum akibat pandemi.

Ditemui usai acara, Muhammad Rizal Zulmi selaku pemain Cemeti dari Komunitas Banteng Sukun Budoyo menjelaskan jika acara pada sore hari itu sebagai awal permulaan untuk dimulainya kembali kegiatan kesenian di Malang Raya. Ia pun turut menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat melihat jika para pelaku seni ini masih ada dan masih exis di Kota Malang. Sehingga pihak – pihak terkait dapat memberikan perhatiannya kepada mereka.

“Harapan kita kedepan ini, semoga untuk dinas kesenian bisa menggelar izin untuk acara keramaian. Terus untuk rekan – rekan ini harapan besarnya, pemerintah bisa melihat rekan – rekan ini ada.” Tegas Rizal

Terkait perizinan pun masih menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh mereka, menurut Rizal, pihaknya sangat mengharapkan kejelasan status perizinan bagi acara yang kedepannya mereka lakukan. Bila memang benar boleh digelar, tentunya hal ini perlu dikuatkan dengan perizinan dari pihak – pihak terkait. Sehingga para pelaku seni dapat menyalurkan kreativitasnya tanpa khawatir melanggar hukum.

Ketika ditanyakan mengenai kondisi selama pandemi, pihaknya mengaku tidak ada aktivitas besar yang dijalankan. Hanya beberapa kali dilakukan latihan sebagai penawar rasa rindu setelah sekian lama tidak berkesenian.

“Untuk saat ini kita nggak ada, mungkin kalau kita menghilangkan rasa kangen sih untuk main kadang kita latihan. Cuma ya nggak sampai rame gitu, Cuma untuk menghilangkan rasa kangen.” Lanjut Rizal

Komunitas pecut malang ini sendiri terdiri dari berbagai kelompok kesenian yang menggunakan pecut dalam penampilannya. Sehingga terdiri banyak komunitas yang berbeda – beda namun memiliki satu kesamaan yaitu penggunaan pecut atau cemeti dalam penampilannya.

“Seluruh kesenian yang ada di Malang, ya bantengan ya jaranan semua jadi satu latihan cemeti. Untung – untung kita sebagai pelaku seni di Malang raya saling bersilatrurahmi, meskipun beda ciri yang dimainkan itu sendiri. Kaya mereka ya bantengan ya jaranan, mereka jadi satu untuk silaturahmi di cemeti.” Tukas Rizal.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Bryan

About the Author: Bryan Satriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close