Miris, Tiga Juta Data Penduduk Kabupaten Malang Bocor

KANJURUHAN, Malangpost.id –  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menyatakan bahwa empat server milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) online di empat wilayah diduga telah diretas sehingga mengakibatkan data penduduk bocor.

Keempat Dinas Dukcapil tersebut salah satunya di Jawa Timur yakni Kabupaten Malang. Serta tiga lagi di Jawa Barat yakni, Kabupaten Subang, Kota Bogor, dan Kabupaten Bekasi.

“Iya, empat layanan online Dukcapil tersebut saya evaluasi karena kurang secure dalam aspek pengamanan data,” kata Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh saat melansir, CNN Indonesia, Jumat, (11/6).

Data Kabupaten Malang Paling Banyak Bocor

Lembaga Studi CISSReC menyebutkan sebanyak 8.797.669 data kependudukan warga Indonesia bocor di situs web para hacker. Mirisnya, data yang paling banyak bocor adalah data milik warga Kabupaten Malang dengan total 3.165.815 data.

Sementara Dinas Kominfo Kabupaten Malang telah bertindak melakukan langkah perlindugan data para warganya.

”Kami mem-back up di keamanan jaringan, dan sudah kita lakukan. Jadi sudah aman,” terang Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz.

Salah satu cara yang dilakukan Dinas Kominfo Kabupaten Malang adalah menonaktifkan dua aplikasi milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, yakni aplikasi Sipeduli dan Sipaduka.

“Beberapa aplikasi dia sudah di-offkan untuk sementara waktu, permintaannya itu sudah kita kerjakan apa yang diminta. Yang di-offkan cuma aplikasi SiPeduli dan Sipaduka itu saja,” imbuhnya.

Diketahui, Sipeduli merupakan aplikasi gagasan dari Dispendukcapil Kabupaten Malang untuk mempermudah kepengurusan Kartu Keluarga, KTP, KIP dan Akta Kelahiran secara online.

Sedangkan, Sipaduka adalah sistem aplikasi pelayanan adminduk jalur khusus via online atau chatting. Dimana aplikasi ini berfungsi untuk mengurus KTP Elektronik, KIA, Kartu Keluarga, Kartu Kelahiran, Kematian, dan aktivasi data.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *