Jalin Silaturahmi, Diskominfo Kota Batu Gelar Sarasehan Pers

BATU, Malangpost.id – Bertempat di ruang kreatif, Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kota Batu menyelenggarakan sarasehan pers, Rabu (5/5/2021).

Sarasehan yang bertema “Jurnalisme di Tengah Keberagaman Untuk Merawat Toleransi” ini, diikuti berbagai media yang ada di Kota Batu baik cetak, online, maupun televisi.

Acara ini digelar guna mempererat tali persaudaraan antar para pewarta di Kota Batu serta dengan Diskominfo ini menghadirkan Ketua PWI Malang Raya Cahyono dan Gus Asmi selaku wartawan senior di Kota Batu.

Baca juga : Kebudiutamaan Satukan Keragaman Agama, Budaya, Adat dan Ilmiah

Dalam menyikapi keberagaman, Cahyono mengingatkan bahwa di Indonesia keragaman berbasis agama sangat besar. Selain Islam, Hindu, Protestan, Buddha, Katolik, dan Konghucu, kini pemerintah telah mengakui keberadaan para penghayat kepercayaan adat.

Hal ini terkadang bisa menimbulkan perpecahan, ditambah lagi bila ada pihak tertentu yang dengan sengaja memanaskan situasi dengan tujuan negatif.

“Dan keragaman itu saya kira harus kita hormati,” tutur Cahyono yang juga wartawan Harian Bhirawa ini.

Cahyono menjelaskan perbedaan telah menjadi fitrah manusia. Sehingga tidak jarang jurnalis dalam pemberitaan yang menyangkut keberagaman yang ada di masyarakat, akan menghadapi dilema.

Baca juga : Gandeng Lima Lembaga, PWI Malang Raya Santuni 180 Anak Yatim Piatu

Bahkan tidak jarang ditemukan jurnalis yang enggan meliput hal yang berkaitan dengan keberagaman demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Cuman, ada rambu – rambu khusus yang harus kita penuhi sehubungan dengan keberagaman tersebut,” tegas Cahyono.

Pandangan lain turut hadir dari Gus Asmi. Pihaknya menjabarkan bila profesi jurnalisme memiliki dampak yang besar terhadap masyarakat.

Menurut Gus Asmi, jurnalis posisinya bisa diatas walikota, bisa juga diatas gubernur. Hal ini digunakannya untuk menggambarkan dampak yang mampu diberikan jurnalis terhadap masyarakat.

Menyinggung ada perbedaan, Gus Asmi mengakui sah – sah saja sejauh tidak bertentangan.

Sebagai media, adanya perbedaan itu bagus. Namun harus ada rambu – rambu yang harus dipatuhi demi menghindari perpecahan.

Kemudian Gus Asmi mecontohkan saat akan dikeluarkan perda miras.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Bryan

About the Author: Bryan Satriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close