Resensi Buku “Kamu Terlalu Banyak Bercanda” : Marchella FP (2019)

RESENSI, Malangpost.id – Bagi kamu yang sudah membaca dan menonton NKCTHI pasti susah kenal dong dengan Awan. Nah di buku “Kamu Terlalu Banyak Bercanda” ini, kita kembali masuk ke dalam cerita-cerita Awan. Tidak ketinggalan juga dengan ilustrasinya yang lucu-lucu membuat kita tidak bosan membacanya!

Buku ini berisi surat-surat dari hati Awan tentang waktu-waktu dimana dia merasa tak bisa ikut tertawa, kesedihan yang dia kira bukan untuknya, saat dia mencoba untuk bertahan tapi tidak bisa, dengan perasaan yang sedang dibercandain sama hidup. Surat yang dia tulis selama 10 tahun.

Tidak selalu musuh datang dari arah berlawanan. Kadang dari sini. Ruang terdekat. Berjarak antara logika dan hati. Namanya ego, ekspektasi, emosi. – KTBB

Perasaan-perasaan yang biasa kita hadapi dalam hidup terwakilkan disini. Well, tentu dengan bahasa yang ringan namun tetap mendalam. Selain itu, juga dihiasi tulisan-tulisan pendek seperti di buku NKCTHI. Marchella menggunakan desain ilustrasi simple sebagai pemikat mata pembacanya.

Pembaca Diajak Lebih Berani Menghadapi Perasaan

Lewat buku “Kamu Terlalu Banyak Bercanda”, pembaca pun diajak untuk lebih berani menghadapi perasaan-perasaan enggak mengenakkan yang seringnya muncul gara-gara emosi tak terkendali, terlalu sering memberi makan ego, hingga terlalu tingginya ekspektasi.

Ada beberapa kutipan yang penulis sukai dalam buku ini :

Nanti juga tiba saatnya. Bertahan sampai bisa. Sampai tiba kita, terbiasa biasa.

Berapa kali kita merasa paling tahu takdir dunia? Berapa kali kita pertanyakan kuasa pencipta? Merasa besar di megahnya putaran semesta. Merasa kecil dibesarnya berkah sang Kuasa.

Bilang Punya, tapi tidak tahu taruh di mana. Bilang sakit, tapi mana lebamnya? Tanpa bentuk nyata, ini bukan punya kita. Tapi coba Tanya ke ahlinya, Sang Pencipta Rasa.

Semoga nanti kita punya hati yang sama, Agar tahu rasanya biasa-biasa saja.

Teriak benci kepada sang pendosa. Seakan bersih sampai tumpah pahalanya. Berucap keji kepada yang berbeda. Seakan benar tercipta hanya untuknya.

Bagaimana perasaannya setelah membaca kutipan-kutipan di atas nih, sobat Malangpost? Apa masih bisa tertawa? Memang buku ini membuat kita jadi merenung yah, tapi tidak untuk sampai di situ. Kita harus berdamai dengan perasaan-perasaan itu, karena bukan hanya kita yang merasakannya.

Nah, itulah ulasan salah satu buku karya Marchella FP yang bisa kamu nikmati sembari mengisi waktu luang!

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Susmitha

About the Author: Susmitha Nurzaini

Someone who interrest and eager to learn more about jurnalistic, public, and communication. Stay safe and stay healthy all! Cheers!^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *